

Ini adalah alasan
utama mengapa bermain adalah kegiatan utama untuk anak-anak prasekolah. Ada
berbagai jenis permainan yang anak Anda mungkin mengalami, yaitu kreatif,
dramatis, manipulatif, dan fisik.
1.
Kreatif. Ini terjadi ketika anak-anak menggunakan
bahan-bahan seni seperti tanah liat, pensil, cat, dll, untuk membentuk atau
menggambar hal tertentu menggunakan imajinasi mereka.
2.
Dramatis. Siswa diberi karakter tertentu dan mereka akan
bertindak dan mengambil peran orang dewasa, hewan, dan sejenisnya. Hal ini
meningkatkan keterampilan sosial mereka karena mereka perlu berinteraksi dengan
orang lain.
3.
Manipulatif. Cinta anak-anak bermain dengan mainan, baik
kecil atau besar. Melakukan hal ini memungkinkan mereka untuk mengontrol
tentang cara memegang dan menangani mereka.
4.
Fisik. Bermain di prasekolah membantu anak-anak untuk
menjadi lebih sehat. Melakukan olahraga permainan, seperti basket, lari
estafet, atau kursus mini-hambatan tampaknya seolah-olah mereka melakukan
latihan. Juga, membantu mereka untuk tumbuh kuat, menyenangkan, dan bebas
stres.
Nilai
bermain tidak bisa diremehkan. Ini memberikan manfaat yang dapat benar-benar
membantu untuk anak-anak Anda saat mereka tumbuh dan belajar lebih lanjut. Misalnya, anak-anak belajar terbaik ketika mereka
secara fisik terlibat. Bayangkan
anak Anda bermain basket atau olahraga fisik lainnya dengan teman-teman
sekelasnya. Dia akan mendorong
dirinya untuk menang dan bahkan mulai membangun keterampilan motorik. Ini berlaku sama ketika anak Anda berpartisipasi
dalam permainan drama atau koperasi. bahasa
dan kemampuan kosakata ditingkatkan. Sebagai
guru memberikan petunjuk siswa tentang apa yang harus dikatakan dan bagaimana
bertindak, yang terakhir mulai berkomunikasi sendiri dan mengungkapkan pikiran
dan emosi mereka.
Keuntungan lainnya
dari bermain adalah rasa percaya diri. anak Anda mulai merasa yakin
tentang apa yang dia lakukan ketika gurunya mengakui dia karena prestasinya,
tidak peduli seberapa besar atau kecil itu.
Bermain di prasekolah akan merangsang perkembangan sosial dan emosional
0 komentar:
Post a Comment